Minggu, 13 Oktober 2013

Mengajar dan Belajar Bahasa Inggris dengan Game



redjeki agoestyowati


Judul               : 102 English Games
                         From A to Z
Penulis             : Redjeki Agoestyowati
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tahun              : Cetakan ketiga, Juli 2009
Halaman          : 267
ISBN               : 9789792232462

SINOPSIS:

102 macam permainan dan aktivitas yang menarik, memotivasi, menggugah minat dan keberanian, serta merangsang kreativitas siswa sehingga bisa belajar secara efisien dan bersemangat; dan di sisi lain, membantu para pengajar untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, kompetitif, menarik (tidak membosankan), dan tidak membuat stress.
+ Latihan soal untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam speaking, writing, listening, dan reading.
Learning a new language should be fun, interactive and exciting. The use of games in a learning environment not only changes the dynamic of the class but also rejuvenates students and helps the brain to learn more effectively. The brain also consists of muscles. It needs to be worked out, tested and put into competitive situations. A teacher can create a more exciting learning environment by introducing games and activities.
Games allow students to work co-operatively, compete with each other, strategize, think in a different way, compare and share knowledge, learn from others, learn from mistakes, work in a less stressful and more productive environment, and allow people to have fun. 

RESENSI:
Jadi guru di jaman sekarang itu harus kreatif. Seiring dengan kemajuan teknologi, guru dituntut untuk selalu memperbarui metode pengajaran yang akan ia terapkan di dalam kelas. Jika mengajar dikelas hanya menjelaskan ulang dari teks book, lalu meminta siswa untuk menulis apa yang ada di papan tulis, cepat atau lambat si guru akan ditinggal sama murid-muridnya. Ditinggal kemana? Bisa jadi ditinggal ngobrol, SMS-an, BBM-an, nge-game, bahkan ditinggal tidur.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Persahabatan itu Seperti Confeito


Judul               : Confeito
Penulis             : Windhy Puspitadewi
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tahun              : Cetakan ketiga, Oktober 2005
Halaman          : 202
ISBN               : 9789792213621

SINOPSIS:

Lima orang berbeda sifat bersahabat. Hana, cewek cuek dan pelupa yang bercita-cita jadi penulis. Ridwan, cowok playboy yang ganteng dan kaya. Seta, kutu buku yang pendiam dan menganggap nilai ujian segala-galanya. Leo, cowok bijak yang menjadi tempat curhat teman-temannya. Angga, cowok jayus spesies Manusia Bodoh (ngikutin istilah Ada Band).
Katanya nih, sahabat itu kan bikin kita bener-bener bisa jadi diri kita sendiri, nggak perlu ada yang ditutup-tutupi. Tapi apa iya, sahabat masih mau menerima kita saat kita benar-benar membuka semua kelemahan kita?
Hubungan kelima orang ini terjalin seperti setoples confeito, gula-gula aneka warna yang bentuknya seperti bintang kecil. Ada kalanya mereka merasakan manisnya persahabatan, tapi tak jarang juga menghadapi benturan dan gesekan seperti yang terjadi saat confeito-confeito itu dijejalkan ke dalam satu toples.

RESENSI:
Hal pertama yang saya ucapkan adalah, “Alhamdulillah, novel Confeito saya sudah ketemu.” Setelah mencoba mengingat-ingat kembali siapa anak kos yang meminjamnya, akhirnya novel ini bisa saya resensi. Sayang rasanya jika karya bagus (menurut saya), tapi tidak diresensi untuk dibagiakan. Ini adalah novel karangan Windhy Puspitadewi yang saya beli untuk pertama kalinya. Saya lupa siapa yang merekomendasikan, tapi seingat saya ambil acak saja ketika berada di toko buku.

Jumat, 11 Oktober 2013

“Aku ingin mendapatkan pendidikan, tapi aku benci sekolah.”


Judul               : Tak Sempurna
Penulis             : Fahd Djibran, Bondan Prakoso & Fade2Black
Penerbit           : Kurniaesa Publishing
Tahun              : Cetakan 1, Februari 2013
Halaman          : 245
ISBN               : 9786027618152

SINOPSIS:

Kami hidup di dunia yang tak sempurna. Saat pagi memaksa kami pergi sekolah untuk bekerja keras demi masa depan yang tak jelas. Guru-guru bagai diktator yang meneror kami agar menanam pohon masa depan yang seragam—disiram hapalan dan dipupuki serangkaian ujian yang membuat kami ketakutan.

Kamilah anak-anak sampah, seperti kata Tuan dan Puan pemerhati pendidikan, tak punya masa depan! Maka kami ledakkan amarah dan kesedihan kami di jalanan, jadi tawuran atau perkelahian. Kami pecahkan jerawat batu pubertas kami dengan adegan-adegan telanjang di depan kamera atau di tempat-tempat gelap yang rahasia. Kami rayakan kesedihan kami dengan narkoba.

Tapi di mana para orangtua saat kami rindu kasih sayang mereka? Kenapa mereka selalu sibuk? Di mana pemerintah, penegak hukum dan pemuka agama? Kenapa pelajaran moral tak pernah sungguh-sungguh kami dapatkan dari lingkungan kami yang nyata? Di bahu siapa kami bisa menangis? Di dada siapa kami bisa menemukan rasa bangga dan rasa percaya?.

Demi kebahagiaan dan waktu bermain kami yang direnggut, direbut, diringkas dan diringkus, kami menyatakan perang pada segala bentuk perampokan dan pengkhianatan terhadap hak-hak kami—baik sebagai anak-anak maupun sebagai manusia.

SOS. Save Our Soul!

RESENSI:
“Aku ingin mendapatkan pendidikan, tapi aku benci sekolah.”
Kutipan tersebut memang mencerminkan kondisi sekolah di Indonesia. Ketika seseorang bersekolah maka tujuan awal yang mereka inginkan adalah untuk mendapatkan ilmu. Bagaimana ketika ada seorang anak yang berangkat ke sekolah, kemudian ia pulang hanya dengan membawa ‘nama’? ya, ia menjadi salah satu korban tawuran antar pelajar yang semakin meresahkan akhir-akhir ini.

Kamis, 10 Oktober 2013

Impian di Atas Kertas



perahu kertas, dee
Judul               : Perahu Kertas
Penulis             : Dee
Penerbit           : truedee
Tahun              : Cetakan kedua, Agustus 2009
Halaman          : 444
ISBN               : 978979122778078

SINOPSIS:
Namanya Kugy. Mungil, penghayal, dan berantakan. Dari benaknya mengalir untaian dongeng indah. Keenan beleum pernah bertemu manusia seaneh itu...
Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya, mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu manusia seajaib itu...
Dan kini mereka berhadapan diantara hamparan misteri dan rintangan. Akankah dongeng dan lukisan bersatu? Akankah hati dan impian mereka bertemu?

RESENSI:
Novel ini, kondisinya sudah ‘sedikit’ memprihatinkan. Beberapa halaman mulai lepas dan ujung-ujung kertas telah dimakan rayap. Novel ini memang beberapa kali berpindah tangan, untungnya selalu kembali. Sedangkan jejak rayap saya dapatkan karena lantai kamar kos saya terbuat dari kayu. Novel ini sudah berdiri di rak, namun siapa sangja jika rayap bisa bergerak naik. Huhuhuhu..
Suatu hari aku melihat iklan di Kompas seputar peluncuran novel baru Dewi Lestari atau terkenal dengan nama pena Dee yang berjudul Perahu Kertas. Aku hanya bergumam, melihat design sampulnya, aku pikir buku ini tak ubahnya cerita anak-anak. Namun, setiap melintas di Gramedia, mataku tetap saja tak bisa lepas dari buku berwarna dominan hijau tersebut. Hingga akhirnya temanku Nisa, bercerita bahwa kakak iparnya di Bali merekomendasikan buku itu.

Rabu, 09 Oktober 2013

“Mesir Bukan Hanya tentang Nabi Musa, Fir’aun, dan Cleopatra”



Judul               : #Egyptology
                         Mesir Bukan Hanya tentang Nabi Musa, Fir’aun, dan Cleopatra
Penulis             : Rashid Satari
Penerbit           : Qanita
Tahun              : Cetakan I, Februari 2013
Halaman          : 229
ISBN               : 9786027870055

SINOPSIS:

Selama enam tahun tinggal untuk studi di Mesir, Rashid Satari sering menyempatkan diri untuk menggendong ranselya dan pergi mengelilingi negeri kaya sejarah tersebut. Hasilnya adalah kumpulan tulisan yang sangat menarik yang bisa jadi tak akan ia dapatkan di bangku kampus. Sebuah dokumentasi perjalanan yang memotret berbagai sisi Mesir yang mungkin jarang dilihat turis biasa.


Ditulis oleh alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, buku ini memang akan membawa pembaca berkeliling Mesir, tapi harap dicatat: ini bukan buku panduan wisata. Pembaca akan diajak memperkaya wawasan dan berkenalan dengan banyak aspek budaya dan masyarakat negeri tersebut--yang ternyata tak cuma berisi kisah tentang Nabi Musa, Fir'aun, dan Cleopatra.

RESENSI:
Mesir? Apa yang terlintas di benak pembaca ketika ada kakta-kata ‘Mesir’? kalau saya, setuju dengan Rashid Satari, #Egyptology, Mesir Bukan Hanya tentang Nabi Musa, Fir’aun, dan Cleopatra. Pengetahuan tentang Mesir, saya hanya bisa mengingatnya samar-samar ketika menempuh pendidikan pesantren dulu. Mungkin karena terlalu banyak tidur, jadi beberapa memori saya tentang sejarah Mesir banyak yang hilang :).

Selasa, 08 Oktober 2013

Bermimpilah, maka Kamu Ada


fahd djibran
 
Judul               : Hidup Berawal dari Mimpi
Penulis             : Fahd Djibran, Bondan Prakoso & Fade2Black
Penerbit           : Kurniaesa Publishing
Tahun              : Cetakan kedua September, 2011
Halaman          : 224
ISBN               : 9786029934915

SINOPSIS:
"Gue berproses sejak lama. Gue berjuang dari kecil untuk bisa punya tempat di industri ini. Sumpah, ini semua nggak gampang… tapi kerja keras emang selalu menunjukkan hasilnya. Bareng Fade2Black, nggak kerasa udah 5 tahun sejak 2005. Awalnya kita cuma dianggap band biasa yang kadang dipandang sebelah mata—malah disepelekan. Kita baru bener-bener ngerasain semuanya 'meledak' di tahun 2010, di album ketiga. Meskipun di dua album sebelumnya kita juga pernah dapet beberapa penghargaan, nggak bisa dipungkiri lagu Ya Sudahlah jadi momentum penting yang mengubah banyak hal." cerita Bondan.
"Ya, impian dan kerja keras emang selalu keren! Kalian udah membuktikan semuanya." kataku, "Bukan cuma musik yang bagus, lirik yang bagus, karya yang bagus, kesuksesan juga soal bagaimana seseorang menjalani dan menjalankan semuanya, kan?"
"Bener banget!" kata Tito, "Kalo boleh digambarkan, perjalanan kita bisa diwakili sama tiga lagu: Hidup Berawal dari Mimpi di album Respect, Waktu di album Unity, sama Ya Sudahlah di album For All. Kita memulai semua ini dari impian, kemudian kita memperjuangkan dan mempertaruhkan impian itu bersama waktu yang terus berjalan… terakhir, saat kerja keras sudah dilakukan, kita hanya 'menunggu',tawakal dengan rasa percaya dan cinta, Ya Sudahlah!"
"Ya, Hidup Berawal dari Mimpi!" kata Bondan sambil tersenyum. Eza mengangguk-angguk setuju.
Lalu Tito tersenyum. Arie tersenyum. Aku tersenyum. Semua tersenyum. Entah bagaimana caranya, senyum dan semangat selalu menular.

RESENSI:
Perkenalan saya dengan karya-karya Bondan Prakoso & Fade2Black tepat di tahun 2005. Dulu, seseorang yang pernah ada di hati saya, mati-matian meminta saya mendengarkan lagu yang berjudul Bunga. Walhasil, sayapun mulai kerajiangan dengan lagu bondan lainnya. Bagi saya, karya mereka bukan hanya sekedar lagu yang hanya lalu di telinga. Saya sering, merenungkan tiap liriknya dan tidak jarang juga merasa terbenarkan atas tindakan yang saya lakukan, namun terlihat salah di mata orang lain. Lain waktu, saya juga merasa termotivasi untuk melakukan banyak hal dan menjadi manusia yang lebih baik.

Senin, 07 Oktober 2013

“Bunga Matahari Berhenti Mengejar Matahari”


windhy puspitadewi
Morning Light - Windhy Puspitadewi

Judul               : Morning Light
Penulis             : Windhy Puspitadewi
Penerbit           : Gagas Media
Tahun              : 2010
Halaman          : 175
ISBN               : 9789797804336

SINOPSIS:

Aku seperti bunga matahari yang selalu mengejar sinar matahari, hanya melihat pada dia: matahariku. Aku mengagumi kedalaman pikirannya, caranya memandang hidup-malah, aku mati-matian ingin seperti dirinya.

Aku begitu terpesona hingga tanpa sadar hanya mengejar bayang-bayang. Aku menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendongak sampai lupa kemampuan diriku sendiri.
Aku bahkan mengabaikan suara lirih dari dasar hatiku. Aku buta dan tuli. Dan di suatu titik akhirnya tersungkur. Saat itulah aku mulai bertanya-tanya: Apakah dengan menjadi seperti dia, aku pun akan dicintai?

RESENSI:
Ini sudah ketiga kalinya saya meresensi novel Windhy di projek #31HariBerbagiBacaan. Setelah saya telusuri rak buku, saya baru sadar jika saya kehilangan novel Confeito dan Let Go yang juga ditulis oleh Windhy. Entah siapa yang meminjam, aku belum bertanya ke beberapa anak kos seputar novel koleksi saya yang mereka pinjam. Huumpf..