Selasa, 08 Oktober 2013

Bermimpilah, maka Kamu Ada


fahd djibran
 
Judul               : Hidup Berawal dari Mimpi
Penulis             : Fahd Djibran, Bondan Prakoso & Fade2Black
Penerbit           : Kurniaesa Publishing
Tahun              : Cetakan kedua September, 2011
Halaman          : 224
ISBN               : 9786029934915

SINOPSIS:
"Gue berproses sejak lama. Gue berjuang dari kecil untuk bisa punya tempat di industri ini. Sumpah, ini semua nggak gampang… tapi kerja keras emang selalu menunjukkan hasilnya. Bareng Fade2Black, nggak kerasa udah 5 tahun sejak 2005. Awalnya kita cuma dianggap band biasa yang kadang dipandang sebelah mata—malah disepelekan. Kita baru bener-bener ngerasain semuanya 'meledak' di tahun 2010, di album ketiga. Meskipun di dua album sebelumnya kita juga pernah dapet beberapa penghargaan, nggak bisa dipungkiri lagu Ya Sudahlah jadi momentum penting yang mengubah banyak hal." cerita Bondan.
"Ya, impian dan kerja keras emang selalu keren! Kalian udah membuktikan semuanya." kataku, "Bukan cuma musik yang bagus, lirik yang bagus, karya yang bagus, kesuksesan juga soal bagaimana seseorang menjalani dan menjalankan semuanya, kan?"
"Bener banget!" kata Tito, "Kalo boleh digambarkan, perjalanan kita bisa diwakili sama tiga lagu: Hidup Berawal dari Mimpi di album Respect, Waktu di album Unity, sama Ya Sudahlah di album For All. Kita memulai semua ini dari impian, kemudian kita memperjuangkan dan mempertaruhkan impian itu bersama waktu yang terus berjalan… terakhir, saat kerja keras sudah dilakukan, kita hanya 'menunggu',tawakal dengan rasa percaya dan cinta, Ya Sudahlah!"
"Ya, Hidup Berawal dari Mimpi!" kata Bondan sambil tersenyum. Eza mengangguk-angguk setuju.
Lalu Tito tersenyum. Arie tersenyum. Aku tersenyum. Semua tersenyum. Entah bagaimana caranya, senyum dan semangat selalu menular.

RESENSI:
Perkenalan saya dengan karya-karya Bondan Prakoso & Fade2Black tepat di tahun 2005. Dulu, seseorang yang pernah ada di hati saya, mati-matian meminta saya mendengarkan lagu yang berjudul Bunga. Walhasil, sayapun mulai kerajiangan dengan lagu bondan lainnya. Bagi saya, karya mereka bukan hanya sekedar lagu yang hanya lalu di telinga. Saya sering, merenungkan tiap liriknya dan tidak jarang juga merasa terbenarkan atas tindakan yang saya lakukan, namun terlihat salah di mata orang lain. Lain waktu, saya juga merasa termotivasi untuk melakukan banyak hal dan menjadi manusia yang lebih baik.

Sedangkan dengan buku Hidup Berawal dari Mimpi karya Fahd Djibran bereng Bondan Prakoso dan Fade2Black, awalnya saya hanya penasaran saja. Bagaimana lirik lagu milik mereka akan diramu dengan kisah-kisah yang juga ditulis oleh Fahd Djibran. Hasilnya buat saya speechless dan campur aduk. Ada kalanya perasaan romantis saya kembang-kempis ketika membaca Kau Puisi. Bagaimana bisa, mungumpamakan cinta dengan Hukum Newton dan beberapa rumus fisika. Meski agak bingung (bukan karena ceritanya tapi karena pemahaman otak saya yang terbatas), saya tetap suka.
Sedangkan dalam cerita Sang Juara, saya nangis bombay, munkin karena saya tidak punya kakek dan larut dalam ceritanya. Baba ini menceritakan bagaimana hidup sederhana seorang penjual pisang yang bekerja tanpa lelah dan berusaha membahagiakan anak dan istrinya. Ia adalah juara bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Ya, kita tidak perlu hidup di bawah bayang-bayang kesuksesan orang tua kita. Karena setiap anak hendaknya bisa menjadi diri sendiri dan menjadi juara bagi dirinya.
Atau di bagian Not with Me, kita disadarkan tentang berapa banyak orang yang menyayangi kita tanpa kita sadari. Ya, tidak peduli seberapa banyak orang yang membenci kita, mereka tetap selalu ada. Bersyukur adalah cara paling sederhanauntuk menemukan kebahagiaan. Ada tentang bagaimana menghargai keluarga yang kita miliki saat ini. Ketika ayah, terutama ibu kita marah, maka itu adalah rasa sayang yang terkadang kita maknai secara berbeda. Kisah ini tertuang dalam Cahaya Cinta Sejati.
Oia, ada satu cerita yang membuatku cukup merinding pada bab Save Our Soul (SOS), entah karena apa. Ini dalah kisah penduduk yang tinggal di Kali Bokong. Ini tentang bagaimana tidak menjudge orang lain, diluar golongan kita, dengan menggunakan agama. Saya pernah tahu beberapa kaum yang melabeli orang lain sebagai ahli neraka seolah ia sudah mengkavling surga untuk dirinya. Sungguh, kita sebagai manusi tidak memiliki hak untuk itu. Bukankah dimata tuhan, semua manusia sama?
Banyak quote yang saya dapatkan dari buku ini, ini diantaranya:

 “... hidup selalu indah pada waktunya. Dan tuhan tak pernah tertidur untuk melupakan mereka yang percaya pada takdirnya.”

“... mungkin sebagai manusi kita hanya bermimpi, tetapi kita tidak pernah tahu Tuhan punya cara kerja yang berbeda dalam mengeksekusi impian dan harapan-harapan kita.”

“... tinggalkan agama jika kau begitu egois menumpuk pahala dan mengejar-ngejar surga bagi dirimu sendiri.”

Buku ini memberikan saya pikiran dan nilai positif. Seburuk apapun kondisi saya, atau pun ketika saya sedang sedih, saya selalu menghindari menonton film drama, mendengarkan lagu sedih ataupun membaca buku-buku galau nggak jelas..
Entahlah apa kekurangannya buku ini, mungkin halamannya kurang banyak saja.. :).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar